16 Minggu Mengabdi dan Belajar: Siswa SMK Kesehatan Bali Khresna Medika Sukses Rampungkan Praktik Kerja Lapangan

BADUNG, BALI – Sebanyak 17 siswa penuh dedikasi dari SMK Kesehatan Bali Khresna Medika hari ini resmi mengakhiri masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) mereka. Berlangsung selama 16 minggu, terhitung sejak 29 Desember 2025 hingga 17 April 2026, para pahlawan kesehatan muda ini telah terjun langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku sekolah.

Siswa-siswi yang terpilih ini berasal dari dua program keahlian unggulan, yakni Layanan Kesehatan dan Teknologi Farmasi. Selama kurang lebih empat bulan, mereka disebar ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terkemuka di Bali, antara lain: UPTD Puskesmas Mengwi I, Rumah Sakit Windu Husada, Rumah Sakit Umum Graba Med hingga Apotekku Grup

Di fasilitas-fasilitas tersebut, para siswa tidak hanya menjadi pengamat, melainkan ikut serta dalam ritme kerja yang dinamis, mendampingi tenaga medis profesional, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Tujuan Mulia di Balik Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan PKL ini bukanlah tanpa alasan. Pihak sekolah merancang program ini sebagai jembatan emas antara dunia pendidikan dan dunia industri kesehatan. Adapun tujuan utama dari pelaksanaan PKL ini meliputi:

Menyelaraskan Kompetensi: Menjembatani teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di dunia kerja nyata.

Membentuk Karakter Profesional: Mempersiapkan mental dan etos kerja siswa agar menjadi tenaga kesehatan yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.

Mengenalkan Ekosistem Medis: Memberikan pemahaman komprehensif mengenai alur pelayanan kesehatan, mulai dari penerimaan pasien, perawatan, hingga pengelolaan perbekalan farmasi.

Manfaat Nyata bagi Para Calon Tenaga Kesehatan

Pengalaman selama 16 minggu ini memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan kompetensi para siswa. Berbagai manfaat positif yang berhasil diraih antara lain:

Peningkatan Keterampilan Teknis (Hard Skills): Siswa layanan kesehatan semakin cekatan dalam tindakan keperawatan dasar, sementara siswa teknologi farmasi semakin teliti dalam meracik, membaca resep, dan mengelola sediaan obat.

Pengembangan Keterampilan Sosial (Soft Skills): Terbiasa berkomunikasi dengan pasien, keluarga pasien, dan rekan sejawat membuat rasa empati, kesabaran, dan kemampuan komunikasi para siswa meningkat tajam.

Pemecahan Masalah di Lapangan: Siswa belajar cara mengambil keputusan dan mengatasi kendala tak terduga yang sering terjadi di fasilitas kesehatan dengan bimbingan para instruktur klinis (CI).

Peluang Karir yang Lebih Terbuka: Pengalaman di institusi ternama seperti RS Windu Husada atau RSU Graba Med menjadi portofolio berharga sekaligus memperluas jaringan profesional bagi para siswa setelah lulus nanti.

Pengalaman berharga ini sangat dirasakan oleh para peserta, salah satunya adalah Ratih Sandi Swari. Ratih mengungkapkan bahwa terjun langsung ke lapangan memberikan wawasan yang tidak bisa didapatkan hanya dengan duduk di dalam kelas.

“Mengikuti PKL selama 16 minggu ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa dan membuka mata saya. Awalnya memang ada rasa gugup karena harus berhadapan langsung dengan pasien dan tenaga medis profesional yang sesungguhnya. Namun, berkat bimbingan dari instruktur di tempat praktik dan bekal dari guru-guru di sekolah, kami belajar banyak hal. Saya tidak hanya belajar tentang hal medis secara teknis, tapi juga tentang pentingnya kesabaran, empati, dan komunikasi yang baik saat melayani masyarakat. Ini membuat saya semakin yakin dan siap untuk melangkah ke dunia kerja nanti.” — Ratih Sandi Swari, Siswa Peserta PKL.

Berakhirnya masa PKL pada pertengahan April ini menandai kesiapan 17 siswa SMK Kesehatan Bali Khresna Medika untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Berbekal ilmu, keringat, dan dedikasi selama di lapangan, mereka kini selangkah lebih dekat untuk menjadi tenaga kesehatan dan tenaga kefarmasian profesional yang siap mengabdi untuk negeri.